Kumpulan artikel untuk semua

15/10/2009

Cinta Ibu yang terungkap

Filed under: Wanita — kaylajg @ 15:05

Dengan air mata bercucuran, untuk terakhir kalinya kuserahkan bayiku yang berumur lima hari kepada perawat. Kuatkan dirimu, anakku sayang. Ibu yakin, ayah dan ibumu yang baru akan mencintaimu dengan cinta setulus cinta Ibu padamu. Ibu takkan pernah melupakanmu.
Beberapa tahun setelah kelahiran dan pelepasan satu-satunya anakkku, Bibi Amanda datang ke tanah pertanian kami. Dia dan nenekku sedang menelusuri dan mencatat silsilah keluarga. Nenek membuka “kotak harta karunnya” dan mengeluarkan beberapa lembar kertas berisi keterangan silsilah keluarga yang sangat berharga dan menemukan surat yang kutulis empat belas tahun lalu, memohon bantuan kakek-nenekku agar aku bisa mengasuh anakku. “Pernahkah aku menunjukkan surat ini kepadamu?”  Nenek bertanya kepada Bibi Amanda. Kerena belum pernah, Nenek dan Bibi Amanda membacanya bersama-sama. Mata mereka berkaca-kaca membayangkan betapa sulitnya bagiku waktu itu untuk mengambil keputusan.
Kemudian Nenek berkata, “Ketika Nenek dan Kakek membalas surat Nicole, dia telah mengubah keputusannya dari apa yang diinginkannya menjadi apa yang terbaik bagi bayinya. Selama ini, surat ini tetap kusimpan. Dalam hati aku yakin, kelak Nicole pasti akan dipertemukan lagi dengan anaknya. Dan saat itu, penting bagi Nicole untuk membaca surat ini bersama anaknya.” Bibi Amanda sependapat. Dengan hati-hati surat itu dimasukkan kembali dalam kotak.
Setahun kemudian, nenekku meninggal karena serangan jantung. Kami semua sedih kehilangan sosok Nenek yang penuh kasih dan mengagumkan. Tetapi, kakeku yang paling menderita. Dia kehilangan Nenek yang telah mendampinginya selama lima puluh tiga tahun.
Selama beberapa bulan berikutnya, Bibi Amanda beberapa kali datang ke tanah pertanian untuk menemani dan membantu-bantu Kakek. Dalam salah satu kunjungannya, dia memperhatikan bahwa beberapa barang milik Nenek hilang. Dengan lembut dia menanyai Kakek dan Kakek mengaku, sangat berat baginya untuk hidup dikelilingi barang-barang pribadi milik Nenek. Bibi Amanda kuatir. Diam-diam dia segera mencari kotak harta karun Nenek. Kotak itu masih ada, tetapi ketika dia membukanya, kekuatirannya terbukti kotak itu kosong. Rupanya dalam kekalutan dan kesedihannya, Kakek membuang semua berkas silsilah, surat-surat dan foto-foto yang mereka terima dari anak-anak dan cucu-cucu mereka selama bertahun-tahun, termasuk surat berharga yang kutulis sekian tahun lalu itu. Bibi Amanda langsung lari ke kotak sampah kertas di beranda belakang, tempat menyimpan kertas-kertas tak terpakai yang siap dibakar. Tempat Sampah itu kosong. Semua kertas berharga itu telah musnah dibakar oleh seorang lelaki tua yang mencoba mengatasi kepedihan hatinya.

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: